Minggu, 26 April 2015

Perilaku Keorganisasian-Tugas Pertemuan ke 4

DASAR DARI PERILAKU KELOMPOK

Mendefinisikan dan Mengklasifikasikan Kelompok
Kelompok (group) adalah dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang datang bersama-sama untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Klasifikasi Kelompok
1. Kelompok yang bersifat formal (formal group) adalah suatu kelompok kerja yang ditetapkan yang didefinisikan oleh struktur organisasi.
2. Kelompok yang bersifat infromal (informal group) adalah suatu kelompok yang tidak ditetapkan strukturnya secara formal atau tidak ditetapkan secara organisasional, misalnya kelompok yang terlihat sebagai tanggapan atas kebutuhan untuk kontak sosial.

Teori identitas sosial (social indentity theory) adalah sudut pandang yang mempertimbangkan ketika dan kapan para individu mempertimbangkan para anggotanya kelompoknya sendiri.
Kapan orang-orang akan mengembangkan identitas sosial? Beberapa karakteristik yang membuat identitas sosial menjadi penting bagi seseorang:
- Kesamaan
- Keunikan
- Status
- Penurunan yang tidak pasti

Favoritisme dalam kelompok (ingroup favoritism) adalah sudut pandang yang melihat para anggota dari dalam kelompok lebih baik dibandingkan orang lain, dan orang-orang yang tidak tergabung dalam kelompok semuanya sama.

Tahap - Tahap dalam Pengembangan Kelompok
Model lima tahap pengembangan kelompok (five-stage group development) adalah lima tahap unik yang harus dilalui oleh kelompok: membentuk, mempeributkan, menyusun norma, mengerjakan, dan membubarkan.

1. Tahap Membentuk (forming stage)
Tahap pertama dalam pengembangan kelompok, dikarakterisasikan dengan banyaknya ketidakpastian.

2. Tahap Mempeributkan (storming stage)
Tahap kedua dalam pengembangan kelompok, dicirkan dengan konflik didalam kelompok.

3. Tahap Menyusun Norma (norming stage)
Tahap ketiga dalam pengembangan kelompok, dicirikan dengan hubungan yang dekat dan kekompakkan.

4. Tahap Mengerjakan (performing stage)
Tahap keempat dalam pengembangan kelompok, yang mana kelompok sepenuhnya fungsional.

5. Tahap Membubarkan (adjourning stage)
Tahap terakhir dalam pengembangan kelompok untuk kelompok sementara, yang dicirikan dengan memusatkan perhatian pada mengakhiri kegiatan dan bukannya kinerja kerja.

Suatu Model Alternatif bagi Kelompok yang Bersifat Sementara dengan Tenggat Waktu
Model kesetimbangan-berselang (punctuated-equilibrium model) adalah serangkaian fase yang mana kelompok yang bersifat sementara bergerak melaluinya yang melibatkan transisi antara kelambanan dengan aktivitas.

Pola Model Kesetimbangan-Berselang:
1. Pertemuan pertama mereka menetapkan arah kelompok
2. Fase pertama aktivitas kelompok adalah salah satu dari inersia
3. Suatu transisi terjadi tepat ketika kelompok telah terpakai setengah dari yang telah ditetapkan.
4. Transisi ini memprakarsai perubahan besar
5. Fase kedua dari inersia mengikuti transisi
6. Pertemuan terakhir kelompok dicirikan oleh aktivitas yang diakselerasikan

Properti Kelompok; Peranan, Norma, Status, Besaran, Kekompakkan, dan Keberagaman.

Properti Kelompok 1: Peran
Peran adalah suatu rangkaian pola perilaku yang diharapkan yang dikaitkan dengan seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam unit sosial.
- Persepsi Peran (role perception) adalah suatu sudut pandang individu mengenal bagaimana dia seharusnya bertindak dalam suatu situasi tertentu
- Ekspektasi Peran (role expectation) adalah bagaimana yang lainnya meyakini seseorang akan bertindak dalam suatu situasi tertentu.
- Konflik Peran (role conflict) adalah suatu situasi yang mana individu diharapkan oleh ekspektasi peran yang berbeda-beda.

Properti Kelompok 2: Norma
Norma adalah standar perilaku yang diterima didalam kelompok dari berlaku diantara para anggota kelompok.
Kepatuhan (conformity) adalah penyesuaian perilaku seseorang agar sejalan dengan norma kelompok.
Perilaku menyimpang ditempat kerja (deviant workplace behavior) adalah perilaku bersifat sukarela yang melanggar norma organisasi secara signifikan dan, dengan demikian, dapat mengancam kesejahteraan organisasi atau para anggotanya. Juga dinamakan perilaku antisosiak atau ketidaksopanan ditempat kerja.

Properti Kelompok 3: Status
Status adalah suatu posisi didefiniskan secara sosial atau peringkat yang diberikan kepada kelompok atau para anggota kelompok oleh orang lain.
Teori karakteristik status (status characteristics theory) adalah suatu teori yang menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan dalam karakteristik status akan menciptakan hierarki status didalam kelompok.
Hal-hal yang menentukan status :
1. Kekuasaan seseorang yang dimilki atas orang lain.
2. Kemampuan seseorang untuk memberikan kontribusi bagi tujuan kelompok.
3. Karakteristik pribadi individu.

Properti Kelompok 4: Besaran
Salah satu dari temuan yang paling penting mengenai besaran kelompok dengan memperhatikan kemalasan sosial.
Kemalasan sosial (social loafing) adalah kecenderungan bagi para individu untuk mengeluarkan sedikit upaya ketika bekerja secra kolektid daripada ketika bekerja secara individu,

Properti Kelompok 5: Kekompakkan
Kekompakkan (cohesiveness) adalah keadaan yang mana para anggota kelompok tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap bertahan dalam kelompok.

Properti Kelompok 6: Keragaman
Keragaman (diversity) adalah sejauh mana para anggota dari suatu kelompok memiliki kesamaan, atau berbeda dari, satu sama lain.
Lini kesalahan (faultlines) adalah divisi yang dipandang yang membagi kelompok menjadi dua atau lebih subkelompok yang didasarkan pada perbedaan indvidu, misalnya jenis kelamin, ras, umur, pengalaman kerja, dan pendidikan.

Pengambilan Keputusan Kelompok
Kelompok versus individu.
Kekuatan pengambilan keputusan kelompok yaitu kelompok dapat menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap.
Kelemahan pengambilan keputusan kelompok yaitu keputusan kelompok mengahbiskan waktu karena kelompok-kelompok umumnya memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai suatu solusi.

Pemikiran Kelompok dan Pergeseran Kelompok
Pemikiran kelompok (groupthink) adalah suatu fenomena yang mana norma bagi konsensus mengabaikan penilaian realistis atas serangkaian alternatif tindakan.
Pergeseran kelompok (groupshift) adalah suatu perubahan antara keputusan kelompok dengan keputusan individu yang diambil seorang anggota didalam kelompok; pergeseran dapat mengarah pada penyelamatan atau risiko yang lebih besar tetapi umumnya mengarah pada versi yang lebih ekstrem atas posisi awal kelompok.

Teknik-Teknik dalam Pengambilan Keputusan Kelompok
Kelompok yang berinteraksi (interacting groups) adalah kelompok yang para anggoranya saling berinteraksi berhadapan muka satu sama lain.
Sumbang pendapat (brainstorming) adalah suatu proses menghasilkan gagasan yang secara spesifik mendorong beberapa seluruh alternatif sementara itu menahan beberapa kritikan atas alternatif-alternatif tersebut.
Teknik kelompok nominal (nominal group technique) adalah suatu metode pengambilan keputusan kelompok yang mana para anggota individual akan bertemu berhadapan muka untuk menyatukan pertimbangan-pertimbangan mereka dalam suatu cara yang sistematis tetapi indpenden.
Secra spesifik, permasalahan dihadirkan dan kemudian kelompoka akan mengambil langkah-langkah berikut :
1. Sebelum pembahasan dilakukan, setiap anggota secara independen menulis gagasan-gagasan atas permasalahan.
2. Setelah periode hening, masing-masing anggota akan menghadirkan salah satu gagasan kepada kelompok. Tidak ada pembahasan yang dilakukan hingga seluruh gagasan telah dihadirkan dan dicatat.
3. Kelompok membahas gagasan-gagasan untuk menjernihkan dana mengevaluasinya.
4. Masing-masing anggotra kelompok dengan diam dan independen memeringkatkan sesuai urutan gagasan. Gagasan dengan peringkat leseluruhan yang tertinggi akan menentukan keputusan final.

Contoh Kasus :
Anda adalah seorang anggota pendaki gunung. Setelah mencapai barak pada hari pertama, Anda memutuskan untuk mendaki gunung singkat sendiriaan sebelum matahari terbenam. Setelah beberapa mil yang menyenangkan, Anda memutuskan untuk kembali ke barak. Dalam perjalanan Anda kembali, Anda menyadari bahwa Anda tersesat dan Anda sangat lelah dan hari sudah larut malam. Namun disisi lain Anda menemukan sebuah tenda yang berisikan beberapa orang yang juga pendaki. Dalam hal ini apakah yang akan Anda lakukan? apakah meneruskan perjalanan dengan menanyakan arah jalan keluar kepada pendaki-pendaki tersebut? atau bergabung dengan kelompok tersebut?

Pembahasan:
Seandainya saya seorang pendaki yang tersesat tersebut saya akan bergabung dengan kelompok tersebut, karena dengan bergabungnya saya dengan kelompok tersebut saya dapat istirahat sejenak dan melakukan perjalanan besok berbarengan dengan mereka, disisi lain saya juga dapat berbagi cerita dengan mereka mengenai pengalaman mendaki gunung. Keuntungan yang lain saya dapat mendapatkan informasi hal-hal yang baru diluar dunia pendakian, contohnya pekerjaan. Jika saya adalah orang yang sedang mencari kerja, saya kemungkinan juga bisa dapat pekerjaan dari teman-teman pendaki tersebut.
Jika saya memilih meneruskan perjalanan sendirian, banyak sekali risiko yang saya terima, seperti saya kemungkinan akan tersesat, bertemu dengan binatang buas dan hal-hal menyeramkan lainnya.

========================================================================
Sumber :
Buku Perilaku Keorganisasian, karangan : Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge edisi 16, penerbit: Salemba Empat.

Minggu, 12 April 2015

Perilaku Keorganisasian

Sikap dan Kepuasan Kerja

Sikap

Sikap (attitude) adalah pernyataan-pernyataan evakuatif-baik menyenangkan atau tidak menyenangkan-mengenai objek, orang, atau peristiwa. Mereka merefleksikan bagaimana perasaan kita tentang sesuatu. Sikap itu kompleks. Untuk secara penuh memahami sikap, kita harus mempertimbangkan karakteristik atau komponen dasarnya.

Apa Komponen Utama dari Sikap?
Umumnya para peneliti telah mengasumsikan bahwa sikap memilki tiga komponen: kesadaran, perasaan, dan perilaku. Kognitif (kesadaran, evaluasi) dari sebuah sikap-deskripsi dari atau kepercayaan tentang suatu hal. Komponen kognitif membentuk tahapan yang lebih penting dari suatu sikap-yaitu komponen afektif. Afek ada;ah segmen perasaan atau emosional dari suatu sikap. Akhirnya, afek dapat berujung pada hasil perilaku. Komponen perilaku dari sikap menjelasakan maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Apakah Perilaku Selalu Mengikuti Sikap?
Riset awal mengenai sikap mengasumsikan bahwa sikap secara umum berhubungan dengan perilaku-yakni, sikap yang dimiliki seseorang menentukan apa yang mereka lakukan. Seorang peneliti Leon Festinger berpendapat bahwa kasus sikap mengilustrasikan efek disonansi kognitif, yaitu sikap ketidakcocokan yang individu rasakan antara dua atau lebih sikap atau antara perilaku  dan sikap. Festinger berpendapat bahwa semua bentuk inkonsistensi adalah tidak nyaman dan bahwa individu akan berusaha untuk menguranginya. Mereka akan mencari kondisi stabil, yakni dengan meminimalisasi disonansi. Riset telah secara umum menyimpulkan bahwa orang-orang memang mencari konsistensi antara sikap-sikapnya serta antara perilaku dan sikap. Mereka merubah sikap atau perilaku, atau mereka mengembangkan sebuah rasionalisasi bagi ketidaksesuaian itu. Sebuah studi terkini menemukan bahwa sikap pekerja yang mengalami peristiwa kerja yang sulit dan menantang secara emosional membaik setelah mereka berbicara mengenai pengalamannya dengan rekan kerja. Berbagai secara sosial membantu para pekerja ini menyesuaikan sikapya dengan ekspektasi perilaku. Tentu saja, tidak ada individu yang dapat sepenuhnya menghindari disonansi.

Apa Sajakah Sikap Kerja yang Utama? 
Kita masing-masing memiliki ribuan sikap, tetapi perilaku organisasi berfokus pada perhatian kita tentang sejumlah sikap terkait pekerjaan yang terbatas. Ini menimbulkan evaluasi yang positif negatif yang para pekerja miliki mengenai aspek-aspek lingkungan kerjanya, kebanyak riset dalam perilaku organisasi telah melihat tiga sikap : 

1. Kepuasan Kerja
Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi memiliki perasaan yang positif mengenai pekerjaannya, sedangkan seseorang dengan level pekerjaan yang rendah memilki perasaan yang negatif.

2. Keterlibatan Kerja
Berhubungan dengan kepuasan kerja adalah keterlibatan kerja, yang mengatur tingkat dimana orang-orang mengidentifikasi secara psikologi dengan pekerjaannya dan menganggap kinerja mereka yang dihargai penting untuk nilai diri.

3. Komitmen Organisasi
Dalam komitmen organisai seorang pekerja mengidentifikasi sebuah organisasi, tujuam serta harapannya untuk tetap menjadi anggota.

4. Dukungan Organisasi yang Dirasakan
Dukungan organisasi yang dirasakan adalah tingkat dimana para pekerja mempercayai bahwa organisasi kontribusinya dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat.


Kepuasan Kerja

Mengukur Kepuasan Kerja
Dua pendekatan populer. Peringkat global tunggal adalah sebuah respons atas satu pertanyaan, seperti "Semua hal dipertimbangkan, seberapa puas Anda dengan pekerjaan Anda?" Responden melingkari satu nomor 1 dan 5 pada suatu form skala dari "sangat puas" sampai "sangat tidak puas". Metode kedua, penjumlahan aspek-aspek pekerjaan, lebih canggih, mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam sebuah pekerjaan seperti sifat pekerjaan, pengawasan, gaji sekarang, peluang promosi, dan hubungan dengan rekan kerja. Responden memperingkat ini berdasarkan sebuah skala terstandarisasi, dan peneliti menambahkan peringkat itu untuk menciptakan suatu skor kepuasan kerja keseluruhan.

Seberapa Puas Orang dalam Pekerjaannya?
Riset menunjukkan tingkat kepuasan kerja sangat beragam, bergantung pada aspek apa dari kepuasan kerja yang Anda bicarakan. Orang orang umumnya lebih puas dengan pekerjaannya secara keseluruhan, dengan pekerjaannya itu sendiri, dan dengan atasan serta rekan kerja mereka dibandingkan dengan gaji dan peluang promosi. Tidak benar-benar jelas mengapa orang-orang tidak menyukai gaji dan peluang promosi lebih dari aspek lainnya dalam pekerjaannya. Meskipun kepuasan kerja tampak relevan diberbagai budaya, bukanlah berarti ada perbedaan budaya dalam kepuasan kerja. Bukti ilmiah menyatakan bahwa pekerja budaya barat memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dibudaya timur.

Apa yang Memunculkan Kepuasan Kerja?
Pikirkan mengenai pekerjaan terbaik yang pernah Anda miliki. Apa yang menyebabkannya demikian? Andaikan Anda menyukai pekerjaan dan rekan-rekan kerja Anda. Pekerjaan menarik yang memberikan pelatihan, keragaman, kemandirian, dan kendali telah memuaskan kebanyakan pekerja. Anda mungkin memperhatikan bahwa faktor gaji sering muncul saat orang-orang membahas kepuasan kerja. Uang sungguh memotivasi orang, tetapi apa yang memotivasi kita tidak haru sama dengan apa yang membuat kita bahagia. Kepribadian juga memainkan peranan. Riset telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki evaluasi inti diri postif-yang percaya pada nilai dan kompetensi dasar mereka-lebih puas dengan pekerjaannya dibandingkan mereka dengan evaluasi inti diri negatif.

Dampak Pekerja yang Puas dan Tidak Puas terhadap Tempat Kerja

Mengidentifikasi empat respons terhadap ketidakpuasan
- Keluar (exit)
Ketidakpuasan yang diungkapkan melalui percobaan untuk memperbaiki kondisi secara aktif dan konstruktif.
- Loyalitas (loyality)
Ketidakpuasan yang diungkapkan melalui secara pasif menunggu kondisi-kondisi itu membaik.
- Pengabaian (neglect)
Ketidakpuasan yang diungkapkan ketidakpuasan yang diungkapkan dengan membiarkan kondisi memburuk.

Berikut ini adalah hasil yang lebih spesifik dari kepuasan ditempat kerja.

1. Kepuasan Kerja dan Kinerja
2. Kepuasan Kerja dan OCB (Organizational Citizenship Behavior)
3. Kepuasan Pekerja dan Kepuasan Pelanggan
4. Kepuasan Kerja dan Absen
5. Kepuasan Kerjaa dan Perputaran Pekerja
6. Kepuasan Kerja dan Penyimpangan di Tempat Kerja
7. Manajer Sering "Tidak Paham"

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : 
Buku Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Edisi 16 karya : Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge, penerbit : Salemba Empat.