Sikap dan Kepuasan Kerja
Sikap
Sikap (attitude) adalah pernyataan-pernyataan evakuatif-baik menyenangkan atau tidak menyenangkan-mengenai objek, orang, atau peristiwa. Mereka merefleksikan bagaimana perasaan kita tentang sesuatu. Sikap itu kompleks. Untuk secara penuh memahami sikap, kita harus mempertimbangkan karakteristik atau komponen dasarnya.
Apa Komponen Utama dari Sikap?
Umumnya para peneliti telah mengasumsikan bahwa sikap memilki tiga komponen: kesadaran, perasaan, dan perilaku. Kognitif (kesadaran, evaluasi) dari sebuah sikap-deskripsi dari atau kepercayaan tentang suatu hal. Komponen kognitif membentuk tahapan yang lebih penting dari suatu sikap-yaitu komponen afektif. Afek ada;ah segmen perasaan atau emosional dari suatu sikap. Akhirnya, afek dapat berujung pada hasil perilaku. Komponen perilaku dari sikap menjelasakan maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
Apakah Perilaku Selalu Mengikuti Sikap?
Riset awal mengenai sikap mengasumsikan bahwa sikap secara umum berhubungan dengan perilaku-yakni, sikap yang dimiliki seseorang menentukan apa yang mereka lakukan. Seorang peneliti Leon Festinger berpendapat bahwa kasus sikap mengilustrasikan efek disonansi kognitif, yaitu sikap ketidakcocokan yang individu rasakan antara dua atau lebih sikap atau antara perilaku dan sikap. Festinger berpendapat bahwa semua bentuk inkonsistensi adalah tidak nyaman dan bahwa individu akan berusaha untuk menguranginya. Mereka akan mencari kondisi stabil, yakni dengan meminimalisasi disonansi. Riset telah secara umum menyimpulkan bahwa orang-orang memang mencari konsistensi antara sikap-sikapnya serta antara perilaku dan sikap. Mereka merubah sikap atau perilaku, atau mereka mengembangkan sebuah rasionalisasi bagi ketidaksesuaian itu. Sebuah studi terkini menemukan bahwa sikap pekerja yang mengalami peristiwa kerja yang sulit dan menantang secara emosional membaik setelah mereka berbicara mengenai pengalamannya dengan rekan kerja. Berbagai secara sosial membantu para pekerja ini menyesuaikan sikapya dengan ekspektasi perilaku. Tentu saja, tidak ada individu yang dapat sepenuhnya menghindari disonansi.
Apa Sajakah Sikap Kerja yang Utama?
Kita masing-masing memiliki ribuan sikap, tetapi perilaku organisasi berfokus pada perhatian kita tentang sejumlah sikap terkait pekerjaan yang terbatas. Ini menimbulkan evaluasi yang positif negatif yang para pekerja miliki mengenai aspek-aspek lingkungan kerjanya, kebanyak riset dalam perilaku organisasi telah melihat tiga sikap :
1. Kepuasan Kerja
Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi memiliki perasaan yang positif mengenai pekerjaannya, sedangkan seseorang dengan level pekerjaan yang rendah memilki perasaan yang negatif.
2. Keterlibatan Kerja
Berhubungan dengan kepuasan kerja adalah keterlibatan kerja, yang mengatur tingkat dimana orang-orang mengidentifikasi secara psikologi dengan pekerjaannya dan menganggap kinerja mereka yang dihargai penting untuk nilai diri.
3. Komitmen Organisasi
Dalam komitmen organisai seorang pekerja mengidentifikasi sebuah organisasi, tujuam serta harapannya untuk tetap menjadi anggota.
4. Dukungan Organisasi yang Dirasakan
Dukungan organisasi yang dirasakan adalah tingkat dimana para pekerja mempercayai bahwa organisasi kontribusinya dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat.
Kepuasan Kerja
Mengukur Kepuasan Kerja
Dua pendekatan populer. Peringkat global tunggal adalah sebuah respons atas satu pertanyaan, seperti "Semua hal dipertimbangkan, seberapa puas Anda dengan pekerjaan Anda?" Responden melingkari satu nomor 1 dan 5 pada suatu form skala dari "sangat puas" sampai "sangat tidak puas". Metode kedua, penjumlahan aspek-aspek pekerjaan, lebih canggih, mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam sebuah pekerjaan seperti sifat pekerjaan, pengawasan, gaji sekarang, peluang promosi, dan hubungan dengan rekan kerja. Responden memperingkat ini berdasarkan sebuah skala terstandarisasi, dan peneliti menambahkan peringkat itu untuk menciptakan suatu skor kepuasan kerja keseluruhan.
Seberapa Puas Orang dalam Pekerjaannya?
Riset menunjukkan tingkat kepuasan kerja sangat beragam, bergantung pada aspek apa dari kepuasan kerja yang Anda bicarakan. Orang orang umumnya lebih puas dengan pekerjaannya secara keseluruhan, dengan pekerjaannya itu sendiri, dan dengan atasan serta rekan kerja mereka dibandingkan dengan gaji dan peluang promosi. Tidak benar-benar jelas mengapa orang-orang tidak menyukai gaji dan peluang promosi lebih dari aspek lainnya dalam pekerjaannya. Meskipun kepuasan kerja tampak relevan diberbagai budaya, bukanlah berarti ada perbedaan budaya dalam kepuasan kerja. Bukti ilmiah menyatakan bahwa pekerja budaya barat memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dibudaya timur.
Apa yang Memunculkan Kepuasan Kerja?
Pikirkan mengenai pekerjaan terbaik yang pernah Anda miliki. Apa yang menyebabkannya demikian? Andaikan Anda menyukai pekerjaan dan rekan-rekan kerja Anda. Pekerjaan menarik yang memberikan pelatihan, keragaman, kemandirian, dan kendali telah memuaskan kebanyakan pekerja. Anda mungkin memperhatikan bahwa faktor gaji sering muncul saat orang-orang membahas kepuasan kerja. Uang sungguh memotivasi orang, tetapi apa yang memotivasi kita tidak haru sama dengan apa yang membuat kita bahagia. Kepribadian juga memainkan peranan. Riset telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki evaluasi inti diri postif-yang percaya pada nilai dan kompetensi dasar mereka-lebih puas dengan pekerjaannya dibandingkan mereka dengan evaluasi inti diri negatif.
Dampak Pekerja yang Puas dan Tidak Puas terhadap Tempat Kerja
Mengidentifikasi empat respons terhadap ketidakpuasan
- Keluar (exit)
Ketidakpuasan yang diungkapkan melalui percobaan untuk memperbaiki kondisi secara aktif dan konstruktif.
- Loyalitas (loyality)
Ketidakpuasan yang diungkapkan melalui secara pasif menunggu kondisi-kondisi itu membaik.
- Pengabaian (neglect)
Ketidakpuasan yang diungkapkan ketidakpuasan yang diungkapkan dengan membiarkan kondisi memburuk.
Berikut ini adalah hasil yang lebih spesifik dari kepuasan ditempat kerja.
1. Kepuasan Kerja dan Kinerja
2. Kepuasan Kerja dan OCB (Organizational Citizenship Behavior)
3. Kepuasan Pekerja dan Kepuasan Pelanggan
4. Kepuasan Kerja dan Absen
5. Kepuasan Kerjaa dan Perputaran Pekerja
6. Kepuasan Kerja dan Penyimpangan di Tempat Kerja
7. Manajer Sering "Tidak Paham"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber :
Buku Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Edisi 16 karya : Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge, penerbit : Salemba Empat.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar