Muḥammad (bahasa Arab: محمد),
selengkapnya Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin
Hasyim (lahir di Mekkah, 20 April 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul bagi
umat Muslim. Ia memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan
mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Meski non-Muslim
umumnya menganggap Muhammad sebagai pendiri Islam, dalam pandangan Muslim,
Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana
yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya sejak dari Nabi Nuh.
Umat Muslim menyebut Muhammad dengan salam penghormatan "Shalallaahu
'Alayhi Wasallam" dan mengiringi dengan shalawat Nabi setiap
nama Muhammad diperdengarkan.
Lahir pada tahun 570 di Mekkah,
Muhammad melewati masa kecil sebagai yatim piatu; ia dibesarkan di bawah asuhan
pamannyaAbu Thalib.
Beranjak remaja, Muhammad bekerja sebagai pedagang. Ia kadang-kadang
mengasingkan diri ke gua sebuah bukithingga bermalam-malam untuk merenung dan
berdoa; diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat
Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah. Ia menyatakan
dirinya sebagai utusan Allah, sebagaimana nabi-nabi yang telah Allah utus
sebelumnya. Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara
terbuka, menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam
sebagai agama yang benar. Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga
kematiannya. Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadits, dirujuk
oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.
Muhammad bersama pengikut awal
mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah.
Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa
pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke
Madinah pada tahun 622. Peristiwa hijrah menandai awal
penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah,
Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam
Madinah. Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku
Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah. Serangan
tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad mengambil alih kota dengan
sedikit pertumpahan darah. Ia menghancurkan berhala-hala. Pada tahun 632,
beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada,
Muhammad jatuh sakit dan wafat. Muhammad meninggalkanSemenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam
dan sebagian besar telah menerima Islam.
Sekitar tahun 613 M, tiga tahun
setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran
Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat
keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya
bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat
Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan
bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah,
akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan
kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad
dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan
dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut,
ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian
menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang
penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar
langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik
memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih
besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya
memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi
antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan
Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi
(sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat
Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir
seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah)
ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam
berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah.
Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil
(320 km) di sebelah Utara Mekkah.
Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah
hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan
Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota
Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah
yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan
kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun
berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia
kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas
lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.
Muhammad memimpin umat Islam menunaikan
ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan
kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.
Dan ini merupakan bukti konsistensinya dengan apa yang dilakukan untuk
mengarahkan umat ke arah yang lebih baik.
Khulafaur Rasyidin (bahasa Arab: الخلفاء الراشدون) atau Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat
orang khalifah (pemimpin)
pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus
kepemimpinan setelah Nabi Muhammad wafat. Empat orang tersebut
adalah para sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam
membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah
tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan
konsensus bersama umat Islam.
Sistem pemilihan terhadap
masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda, hal tersebut terjadi
karena para sahabat menganggap
tidak ada rujukan yang jelas yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad tentang
bagaimana suksesi kepemimpinan Islam akan berlangsung. Namun penganut
paham Syi'ah meyakini
bahwa Muhammad dengan
jelas menunjuk Ali bin Abi Thalib, khalifah ke-4 bahwa Muhammad menginginkan keturunannyalah
yang akan meneruskan kepemimpinannya atas umat Islam, mereka merujuk kepada
salah satu haditsGhadir Khum.
Secara resmi istilah Khulafaur
Rasyidin merujuk pada empat orang khalifah pertama Islam, namun sebagian ulama
menganggap bahwaKhulafaur Rasyidin atau khalifah yang memperoleh petunjuk tidak
terbatas pada keempat orang tersebut di atas, tetapi dapat mencakup pula para
khalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar sesuai dengan petunjuk al-Quran dan sunnah. Salah
seorang yang oleh kesepakatan banyak ulama dapat diberi gelar khulafaur rasyidin adalah Umar bin Abdul-Aziz, khalifah Bani Umayyah ke-8.
Allah
SWT menciptakan Nabi Muhammad dengan tujuan untuk memimpin umat islam ke arah
yang lebih baik. Jadi, saya dapat simpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang
manusia yang memang sejak dia diciptakan memang untuk memimpin seluruh umat
islam.
Metode pendekatan kepemimpinan ada 2
yaitu:
Pemimpin
transactional adalah para pemimpin yang membimbing atau memotivasi para
pengikut mereka yang diarahkan menuju tujuan yang ditetapkan dengan menjelaskan
peranan dan tugas yang dibutuhkan.
Pemimpin
transformasional adalah para pemimpin yang menginspirasi para pengikutnya untuk
melampaui kepentingan diri mereka sendiri dan yang kemampuan untuk memiliki
pengaruh secara mendalam dan luar biasa terhadap para pengikutnya.
Ketika metode kepemimpinan ini kita mengaitkan kepada gaya
kepemimpinan Nabi Muhammad, kedua metode ini telah diterapkan oleh gaya
kepemimpinanya. Namun yang paling mendekati adalah metode kepemimpinan
transformasional. Karena jika saja tanpa beliau menyuruh umatnya untuk berbuat
baik, umatnya pun langsung berbuat baik karena terinspirasi dari sikap dan
perilakunya, sehingga tak heran Nabi mempunyai banyak sekali pengikut, yaitu
khalifah khalifah atau sahabat Nabi. Mereka sangat amat terinspirasi dengan
kepemimpinan beliau yang mengajak umat islam untuk terus berbuat baik. Maka
sebagai umat islam kita berlalu mempunyai tokoh idola Nabi Muhammad SAW karena
beliau adalah inspirator paling hebat didunia.
Sumber :
Buku Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Edisi 16
karya : Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge, penerbit : Salemba Empat.
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar